Tetap Tenang dan Tawakal Kepada Allah SWT.

Dakwah Singkat Tentang Tawakal

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kepada kita semua nikmat sehat serta nikmat iman sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang insya Allah mulia ini. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW. Juga kepada keluarganya, sahabatnya, serta para pengikutnya dan sampailah kepada kita selaku umatnya. Aamiin.

Bertawakal kepada Allah dan berikhtiar (berusaha) semaksimal mungkin itu merupakan satu prinsip hidup utama yang harus dipegang seorang muslim. Jika mengimani dan meyakini bahwa Allah yang menakdirkan segala sesuatu maka sudah semestinya bertawakal kepada Allah. Bukan bersandar pada diri sendiri, bersandar pada usaha yang lakukan atau bersandar pada makhluk lainnya yang sama-sama lemah.  Allah ta’ala berfirman. “Dan hanya kepada Allah lah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu memang benar-benar orang yang beriman.” (QS. Al Ma’idah: 23).

Tetapi perlu difahami jika tawakal yang benar adalah tawakal yang disertai dengan ikhtiar (usaha). Sudah menjadi sunnatullah bahwa segala sesuatunya memiliki sebab dan akibat. Jika ada orang yang berkata bahwa bertawakal kemudian berpangku tangan dan meninggalkan sebab ataupun ikhtiar. Sebenarnya orang yang seperti ini bukan orang yang bertawakal, tetapi seorang pemalas. Allah sudah memerintahkan bertawakal dan Allah juga yang memerintahkan untuk mengambil sebab.

Allah tidak akan mengubah seseorang makhluk atau suatu kaum jika mereka tidak berusaha mengubahnya sendiri. Seperti firman Allah dalam QS. Ar Ra’du ayat 11.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.